MENELAAH PUSAKA DAN BUDAYA ISLAM SULAWESI SELATAN
(Refleksi menyambut World Heritage Day 18 April 2013)
Muh. Hasbi
Fort Rotterdam
Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi selatan. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa yang berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Sebenarnya kesultanan ini memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Akan tetapi, Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng paling megah diantara benteng-benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.
Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna membangun benteng ini pada tahun 1545. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin, konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.(Sumber: www.wikipedia.org)
Last Updated ( Saturday, 16 March 2013 16:53 )
Read more...
Mar06
SKALA LIKERT DALAM PENELITIAN
Dalam perkembangannya, sebagian besar penelitian di bidang sosial sekarang menggunakan variabel keperilakukan sebagai objek penelitiannya, sehingga menuntut peneliti untuk menggunakan skala yang cocok dalam mengukur variabel tersebut. Skala likert merupakan jenis skala yang sering digunakan untuk mengukur sikap, pendapat , persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap suatu gelaja tertentu. Berbicara mengenai skala likert tentunya tidak terlepas dari seorang ahli psikologi yang bernama Rensis Likert sebagai penggagas skala likert. Beliau merupakan pendidik dan ahli psikologi Amerika Serikat.
Read more...
Mar05
ANALOGI PERAHU DAN LAUT KEHIDUPAN ORANG BUGIS
ANALOGI PERAHU DAN LAUT KEHIDUPAN ORANG BUGIS
Akhmad Saputra Syarif
Bugis merupakan kelompok etnik dengan wailayah asal Sulawesi selatan. Penciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat istiadat, kalau secara sejarah bugis adalah suku yang tergolong kedalam suku – suku melayu deuteron. Masuk kenusantara setelah gelmbang imigarasi pertama dari daratan asia. Kata “ Bugis” berasal dari kata to ugi,yang berarti orang bugis.
Penanaman ugi merujuk pada raja pertama kerajaan cina yang terdapat dipannama. Kabupaten wajo pada saat ini, yaitu lasutumpugi. Ketika rakyat la satumpuggi menamakan dirinya, maka merka merujuk pada raja mereka. Merka menjuluki dirinya sebagai to ugi atau orang – orang pengikut dari la satumpugiayah dari we chudai saudara dari batara latu, ayah dari sawerigading.
Read more...