Lembaga kemahasiswaan secara umum diatur oleh keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI No. 0457/0/1992 dan Peraturan Kemahasiswaan SK Rektor IKIP Ujung Pandang No. 107/SK/C/IKIP/1981. Acuan tersebut berlaku selama kurun waktu sebelum terbitnya Kepmen P & K yang kiprahnya bersama dengan kemajuan pengembangan perguruan tinggi IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM). Lembaga kemahasiswaan tersebut berupaya memacu diri menyejajarkan kemapanan “civitas akademik”nya dengan perguruan tinggi ternama dan tertua di Indonesia. Hal tersebut ditempuh dalam berbagai even-even.

Lembaga kemahasiswaan secara umum diatur oleh keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI No. 0457/0/1992 dan Peraturan Kemahasiswaan SK Rektor IKIP Ujung Pandang No. 107/SK/C/IKIP/1981. Acuan tersebut berlaku selama kurun waktu sebelum terbitnya Kepmen P & K yang kiprahnya bersama dengan kemajuan pengembangan perguruan tinggi IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM). Lembaga kemahasiswaan tersebut berupaya memacu diri menyejajarkan kemapanan “civitas akademik”nya dengan perguruan tinggi ternama dan tertua di Indonesia. Hal tersebut ditempuh dalam berbagai even-even.

Seiring dengan itu, pada kepengurusan Senat Mahasiswa IKIP Ujung Pandang (SMPT IKIP UP) periode 1997/1998, bermunculan berbagai  macam polemik baik yang berasal dari mahasiswa maupun dari birokrat kampus yang pada saat itu belum lepas dari upaya belenggu gerakan-gerakan mahasiswa lewat keputusan Menteri yang ada. Keputusan tersebut misalnya pembagian job antara SMPT dengan UKM, porsi, visi dan misi kalangan mahasiswa tingkat atas, serta pola pengembangan perguruan tinggi lewat kemahasiswaan yang wajar sebagai gerakan-gerakan ilmiah. Dengan kondisi seperti itu, sebagai pengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya “penelitian”, Senat Mahasiswa sangat kewalahan memenuhi tuntutan even-even nasional dan regional jalur penelitian.  Beberapa even tersebut diantaranya yaitu LPKTI, LKIP, LKWU, dan even-even lain di bidang karya tulis ilmiah. 

Pada akhir-akhir kepengurusan SMPT IKIP UP periode 1997/1998 dimana saat itu bertepatan dengan aksi-aksi reformasi mahasiswa Mei 1998, muncul keinginan beberapa pengurusnya untuk merintis berdirinya sebuah kelompok penelitian mahasiswa. Upaya tersebut dianggap sebagai satu-satunya langkah strategis menghadapi kemampuan research mahasiswa yang tidak dapat tersalurkan dengan baik. Tercatat pada saat itu, Herman dan Indra Gunawan serta beberapa orang rekannya yang merupakan pejabat teras SMPT, pertama kali mengagas ide tersebut dalam wacana yang sederhana.

Pada akhir-akhir kepengurusan SMPT IKIP UP periode 1997/1998 dimana saat itu bertepatan dengan aksi-aksi reformasi mahasiswa Mei 1998, muncul keinginan beberapa pengurusnya untuk merintis berdirinya sebuah kelompok penelitian mahasiswa. Upaya tersebut dianggap sebagai satu-satunya langkah strategis menghadapi kemampuan research mahasiswa yang tidak dapat tersalurkan dengan baik. Tercatat pada saat itu, Herman dan Indra Gunawan serta beberapa orang rekannya yang merupakan pejabat teras SMPT, pertama kali mengagas ide tersebut dalam wacana yang sederhana.

Namun, kondisi kemahasiswaan pada saat itu yang serba tidak menentu menyusul terbitnya Kepmen P&K No. 155/U/1998 serta kesibukan menyelesaikan proses awal reformasi, membuat keinginan untuk segera membentuk kelompok tersebut tidak dapat diwujudkan. Apalagi untuk penambahan unit kegiatan pada pertengahan 1998 kurang mendapat respon dari pihak birokrasi. Berikut ketidakjelasan birokrat kampus terhadap keberpihakannya menghadapi reformasi yang begitu banyak menelan korban jiwa.

Pada tanggal 5 september 1998, beredar undangan melanjutkan keinginan pembentukan kelompok penelitian mahasiswa yang ditandatangani oleh Indra Gunawan. Undangan tersebut berisi  tentang pengagasan ulang pendirian UKM Penalaran yang pernah digagas beberapa waktu sebelumnya. Secara objektif dikemukakan bahwa undangan perintisan tersebut ditujukan kepada seluruh mahasiswa IKIP Ujung Pandang terkhusus kepada mahasiswa yang pernah mengikuti LPKTI dan semacamnya, baik pada tingkat perguruan tinnggi, regional  maupun nasional, dan mantan-mantan fungsionaris mahasiswa yang masih berstatus mahasiswa aktif; serta secara subjektif, sebagian yang lain adalah penginisiatif dan memiliki wawasan organisasi yang baik. Akhirnya, pada tanggal 8 september 1998 pukul 09.00 wita, sekitar 25 orang mahasiswa menghadiri undangan tersebut dan berkumpul di gedung registrasi BAAK-PSI IKIP Ujung Pandang lantai II. Dalam pertemuan tersebut, disepakati untuk ditindaklanjutinya niat pendirian UKM Penalaran yang kemudian hendak disosialisasikan kepada segenap mahasiswa yang ingin bergabung.

Pada tanggal 10 september 1998, diadakan Rapat lanjutan yang dihadiri oleh penginisiatif dan beberapa calon anggota hingga sampai pada satu keputusan mengenai komposisi pengurus, walaupun kondisi mahasiswa pada saat itu memiliki banyak permasalahan. Keputusan dalam pertemuan tersebut yaitu terpilihnya Indra gunawan  sebagai Ketua Umum, Muhammad Amin sebagai Sekertaris Umum, dan Sri Wahyuningsi sebagai bendahara Umum. Keputusan tersebut disaksikan langsung oleh Drs. H. Arifin Pasinringi yang merupakn Pembantu Rektor  III pada saat itu.

Melanjutkan gagasan berdirinya Unit Kegiatan Kemahasiswaan  yang baru, pada tanggal 14 september 1998 Indra Gunawan, Akmal Juhaepa, dan Musramin menghadap kepada Rektor IKIP UP untuk audiensi. Audiensi tersebut berkenaan dengan telah berdirinya UKM ke-10 dalam kalangan IKIP UP. Selanjutnya, Rektor diminta untuk memberikan restu dan segera mengukuhkannya sebagai Lembaga Kemahasiswaan non struktural.

Pada tanggal 22 september 1998, terbitlah Surat Keputusan Rektor mengenai pengangkatan pengurus UKM Penalaran Periode 1998/1999. Banyak tanggapan yang datang dari berbagai kalangan mengenai UKM Penalaran yang baru berdiri tersebut. Salah satunya dari Pembantu Rektor II IKIP UP yang mengatakan bahwa, beliau menyambut baik UKM Penalaran sebagai UKM yang akan mengemban tugas menjembatani kemampuan mahasiswa dalam research, mengembangkan wawasan ilmiah, dan kemapanan berpikir strtategis menghadapi era baru.

Sungguh, perjuangan  yang tidak dapat dinilai dengan materi. Hari-hari pertama dilewati pengurus UKM Penalaran dengan kondisi vakum. Hingga pada tanggal 2-3 Januari 1999, pengurus UKM Penalaran yang pertama dilantik oleh oleh rektor IKIP UP, Prof. Dr. H Sjahruddin Kaseng. Pelantikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja I. Dalam acara tersebut, PR III Universitas Negeri Makassar mengharapkan, bahwa UKM Penalaran kiranya dapat memberikan suasana yang sejuk bagi kalangan Ilmiah yang ingin mengembangkan bakat dan minatnya dalam melakukan suatu penelitian, baik berskala regional maupun yang berskala nasional. Kalau memang ingin menjadi UKM yang berjiwa nalar, hendaknya ditumbuhkembangkan jiwa-jiwa penelitian; jangan sampai namanya saja “penalaran” akan tetapi prakteknya tidak mencerminkan adanya penalaran.

Sebagai wadah penyaluran bakat dalam bidang karya tulis  Ilmiah, semangat dan jiwa-jiwa penelitian ditanamkan dalam diri masing-masing anggota. Salah satu hal yang dilakukan yaitu, bahwa setiap anggota diwajibkan menghasilkan karya tulis Ilmiah minimal dua buah dalam satu kepengurusan. Pembuatan karya tulis Ilmiah tersebut hendaknya dikedepankan dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya.

Kini LPM Penalaran menjelma menjadi organisasi yang tidak hanya bergerak pada skala kampus atau regional, tetapi secara aktif  bergerak pada  skala nasional. Hal ini terlihat pada berbagai kegiatan nasional yang diselenggarakan dan diikutinya. Salah satu diantaranya ialah, LPM Penalaran menjadi inisiator dan deklarator pembentukan Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI) pada tanggal 1 Mei 2010 di Makassar. Pada tahap awal, ILP2MI beranggotan 24 UKM penalaran dan penelitian dari 23 perguruan tinggi di Indonesia. Sekretaris Jenderal Pertama ILP2MI adalah utusan dari LPM Penalaran UNM, yakni saudara Wahyuddin MY.

Sebuah babak baru yang mesti dihadapi oleh segenap unsur LPM Penalaran. Sebuah tanggung jawab yang mesti dikerjakan dengan niat yang sunguh-sungguh. Bahkan lebih jauh, diharapkan LPM Penalaran menjadi sebuah tonggak sejarah baru bagi pengembangan penelitian mahasiswa di Indonesia.

 

 

 

Pada akhir-akhir kepengurusan SMPT IKIP UP periode 1997/1998 dimana saat itu bertepatan dengan aksi-aksi reformasi mahasiswa Mei 1998, muncul keinginan beberapa pengurusnya untuk merintis berdirinya sebuah kelompok penelitian mahasiswa. Upaya tersebut dianggap sebagai satu-satunya langkah strategis menghadapi kemampuan research mahasiswa yang tidak dapat tersalurkan dengan baik. Tercatat pada saat itu, Herman dan Indra Gunawan serta beberapa orang rekannya yang merupakan pejabat teras SMPT, pertama kali mengagas ide tersebut dalam wacana yang sederhana.

Inaugurasi PMP-OMK angkatan XVIII

Sabtu, 12 Juni 2015 merupakan malam pementasan Inaugurasi Calon Anggota baru Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar dengan  tema Fantastic Journey.  Hal ini merupakan bagian dari rangkaian acara kegiatan Inaugurasi yang telah dimulai sejak Jumat 12 Juni 2015 – 14 Juni di Labschool UNM desa Batara kecamatan Labakkang kabupaten Pangkep.  Peserta yang telah dinyatakan lolos dari tahapan seleksi  PMP-OMK sebanyak 50 orang dan berhak mengikuti tahapan inaugurasi ini.

Read more...

Denah Lokasi Inaugurasi PMP-OMK XVIII

Denah Lokasi Inaugurasi PMP-OMK XVIII
Labschool, SMP 6, Desa Batara, Kec. Labbakkang, Kab. Pangkep.
Jumat - Minggu, 12 - 14 Juni 2015.

Pengumuman Peserta Inaugurasi

Berikut adalah daftar peserta yang berhak mengikuti Inaugurasi PMP-OMK Angkatan XVIII. Diharapkan kpada pserta agar mnghadiri pertemuan bersama Panitia Pengarah mengenai persiapan Inaugurasi pada Rabu, 10 Juni 2015 pukul 16.00 WITA di Rumah Nalar. Wajib membawa Biodata (Nama Lengkap, TTL, Jenis Kelamin, Alamat di daerah dan Makassar, Jurusan, No.Hp) serta Foto Berwarna menggunakan almamater ukuran 2x3 cm dalam bentuk Softcopy dan Hardcopy paling lambat pukul 20.00 WITA di Kesekretariatan Pengurus. Terima Kasih.

LAMPIRAN PESERTA YANG BERHAK MENGIKUTI INAGURASI

NO

NAMA

1

Ade Inderayani Misbah

2

Afiq Agung

3

Ahmad Setiawan Jarigau

4

Akifah

5

Alif Syahrul Wahyudi

6

Andi Syahrul Darmawan

7

Armanto L

8

Asmawati Triputri

9

Atika Surya Aisyah

10

B. Diniati

11

Budi Satriaji

12

Cici Khaera Annisa

13

Darmawansyah

14

Dwi Sulthanah Irbah

15

Dwi Wulandari

16

Elsa Delfianti Alma

17

Ervyan Ramlan

18

Fitri Amalia H.

19

Fitriani

20

Fitrianti Amin

21

Fonni Yusdian

22

Furry Agustini

23

Haslianah

24

Husain Anandtama

25

Idil Rahmat

26

Ika Nurhayani

27

Lika Febry R.

28

Muh. Nasrullah

29

Muhammad Arif

30

Nur Auliya Musrah

31

Nur Faizah Anshar

32

Nur Ikhsan

33

Nur Suhaiba Sinusi

34

Nur Yaumi

35

Nurfitri ZA

36

Nurlaili Putri

37

Nurqalbi Yahya Aliah

38

Nurrahmatullah

39

Nurul Fajryani Usman

40

Nurul Fatimah Kamsyah

41

Nurul Ilmi

42

Rahmayani

43

Riskah

44

Siti Zahrah Mulianti N

45

Sofyan

46

Syahrir Hamsah

47

Utari Ratih P

48

Wahdini Ramli

49

Winda Faradyba Supriadi

50

Zhafira Mardhatillah M

 

Pimpinan

Ketua Umum

(Muh. Arief Pratama)

 

Sekretaris Umum

(Adinuansah)

Bendahara Umum

(Ayu Hardianti P.)

Ketua Divisi

 


 

Search

Twitter

Galeri


 

Jumlah Pengunjung

4.png9.png1.png1.png7.png8.png
Hari ini574
Kemarin980
Minggu ini5919
Bulan ini3750
Total491178

Peta Rumah Nalar

Sekretariat: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Lantai 2 Kampus Gunung Sari Baru Universitas Negeri Makassar,
Kode Pos 90222, Telp. 085240733977, Email: info@penalaran-unm.org
Copyright © 2015 by Humas LPM Penalaran UNM