Masalah besar bangsa saat ini adalah perubahan dunia yang bergerak dan terus berdenyut menuju sistem globalisasi. Terkadang hembusan globalisasi dianggap sebagai ciri khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan kekinian. Keadaan inilah nantinya akan mengikis budaya dan kearifan lokal yang menjadi warisan nusantara. Nilai tradisional perlahan mengalami kepunahan, tak mampu bersaing dengan derasnya publikasi modern dalam konteks pergaulan masyarakat. Beberapa dampak yang dirasakan adalah menurunnya rasa sosial dan mengikisnya semangat kebhinekaan yang mengarah pada disintegrasi bangsa.
Sebagai wujud kepedulian terhadap masalah yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI) melaksanakan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional dan mengusung tema, “Revitalisasi Peran Mahasiswa Dalam Meningkatkan Karakter Bangsa Yang Berbasis Kearifan Lokal”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari 27 Universitas se-Indonesia.
Peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam melaksanakan pergerakan untuk menuju suatu perubahan adalah suatu hal yang lumrah. Apalagi dalam sejarah perubahan bangsa kita “Indonesia”. Mahasiswa adalah bagian dari struktur sosial yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat, maka tidak heran apabila orang menyebut sebagai agent of change dan social control.
ILP2MI merupakan salah satu bentuk pergerakan mahasiswa dalam mengubah Indonesia m