Masalah besar bangsa saat ini adalah perubahan dunia yang bergerak dan terus berdenyut menuju sistem globalisasi. Terkadang hembusan globalisasi dianggap sebagai ciri khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan kekinian. Keadaan inilah nantinya akan mengikis budaya dan kearifan lokal yang menjadi warisan nusantara. Nilai tradisional perlahan mengalami kepunahan, tak mampu bersaing dengan derasnya publikasi modern dalam konteks pergaulan masyarakat. Beberapa dampak yang dirasakan adalah menurunnya rasa sosial dan mengikisnya semangat kebhinekaan yang mengarah pada disintegrasi bangsa.
Sebagai wujud kepedulian terhadap masalah yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI) melaksanakan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional dan mengusung tema, “Revitalisasi Peran Mahasiswa Dalam Meningkatkan Karakter Bangsa Yang Berbasis Kearifan Lokal”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari 27 Universitas se-Indonesia.
Peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam melaksanakan pergerakan untuk menuju suatu perubahan adalah suatu hal yang lumrah. Apalagi dalam sejarah perubahan bangsa kita “Indonesia”. Mahasiswa adalah bagian dari struktur sosial yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat, maka tidak heran apabila orang menyebut sebagai agent of change dan social control.
ILP2MI merupakan salah satu bentuk pergerakan mahasiswa dalam mengubah Indonesia m
enjadi lebih baik, Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia yang disingkat ILP2MI merupakan wadah pusat pengembangan penalaran dan penelitian mahasiswa Indonesia. Lembaga ini dinyatakan berdiri pada tanggal 1 Mei 2010 ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi ILP2MI oleh 15 UKM Penalaran dan Penelitian di Hotel Lamacca Universitas Negeri Makassar (UNM) Kota Makassar. Memasuki tahun kedua terbentuknya lembaga ini, ILP2MI mengadakan kegiatan Seminar Nasional dan Rakernas ILP2MI pada tanggal 16-19 Agustus 2011 yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Seminar Nasional
Seminar Nasional ILP2MI mengusung tema, “Pengenalan Technopreneur sebagai upaya meningkatkan Karakter Bangsa Berbasis kearifan Budaya Lokal”. Yang menghadirkan dua pembicara yakni Ir.Arman Hakim Nasution, M.Eng yang dikenal sebagai praktisi techoprenuer sekaligus dosen Teknik Industri ITS dan pembicara kedua yakni Ahmad Rizal Jamhari dikenal sebagai Country manager for Indonesian From ASEANpreneurs.
Pada materi pertama yang dibawakan Ir. Arman Hakin Nasution, M.Eng menjelaskan tentang hubungan serta peran akan teknologi, inovasi, daya saing, kinerja perusahaan, dan pertumbuhan ekonomi. Menurut beliau, technopreneurship mampu meningkatkan daya saing bangsa, serta dengan memanfaatkan potensi keunggulan lokal maka Indonesia mampu menjadi dasar dalam membentuk karakter bangsa. Selanjutnya pada materi kedua oleh Ahmad Rizal Jamhari, menjelaskan akan pentingnya entrepreneurship bagi negara. Dalam materi yang dibawakan, dipaparkan idealnya satu negara memiliki 2% enterprenuership, dan saat ini Indonesia masih memiliki 0,18 %. Dengan adanya entrepreneurship maka kemiskinan dan pengangguran dapat diatasi.
Rakernas ILP2MI
Rapat Kerja Nasional berlangsung selama dua hari dimulai pada tanggal 17-18 Agustus 2011 yang bertempat di Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sesuai Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. ILP2MI memiliki tiga bidang yakni bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
Hasil yang diperoleh pada hari pertama Rakernas adalah perumusan dan penetapan proker dari bidang Pengabdian Masyarakat. Makassar, Sulawesi Selatan terpilih menjadi tempat yang nantinya akan menjadi lokasi pengabdian masyarakat. Salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan akan dipilih berdasarkan hasil observasi selama tiga bulan untuk dijadikan lokasi pengabdian masyarakat. Sementara pada hari kedua dilanjutkan dengan membahas bidang Pendidikan dan Penelitian. Bidang Penelitian memiliki program kerja untuk melakukian penerbitan jurnal berskala nasional dengan tema kearifan lokal, sementara bidang pendidikan akan mengadakan seminar internasional dan penerbitan buku pedoman pendirian UKM Penalaran.
Di tahun kedua ILP2MI telah tergabung 38 Universitas se-Indonesia yang menjadi anggota, nantinya diharapkan mampu menumbuhkembangkan budaya penalaran dan penelitian di kalangan mahasiswa Indonesia.
Ayo terus berjuang dan berkarya kawan-kawan ILP2MI...!


