Kelurahan Cikoro Kec. Tompobulu Kab. Gowa, merupakan daerah yang menjadi tujuan penelitian pendahuluan kami dalam rangka penyelesaian penelitian lembaga yang diadakan oleh LPM Penalaran. petualangan kami dimulai pada hari jumat tepatnya 5 agustus 2011. Perjalanan kali ini tidaklah mudah, untuk mencapai kecamatan Tompobulu kami harus menempuh jarak sekitar 120 km dari Makassar, ditambah perjalanan kami berlangsung pada saat bulan Ramadhan, bulan dimana kita umat islam diwajibkan untuk berpuasa. tetapi itu tidak menjadi sebuah kendala dalam perjalanan kami, bahkan menjadi sebuah momen tersendiri yang menghiasi perjalanan kami. kami tiba di rumah kerabat salah seorang anggota peneliti sekitar jam tujuh malam, setelah brefing singkat diputuskan kita akan berangkat ke tempat narasumber pertama sekitar pukul 9.00 wita.
Mate basa merupakan mitos yang beredar di sebuah kampung di kecamatan Tompobulu, tepatnya di kampung Lariang Tangnga. Mate basa jika di artikan dalam bahasa indonesia bearti mati bersimbah darah, merupakan cara kematian dengan penyebab yang tragis, dibunuh, kecelakaan ataupun mati melahirkan. Mitos ini menggelitik keingin tahuan kami mengenai asal-usul, dampak, dan kondisi masyarakat yang di klaim sebagai penduduk yang terkena kutukan tersebut. Pada awalnya kami ingin mengangkat judul mengenai eksistensi masyarakat kampung lariang tangnga di tengah mitos kutukan mate basa, tetapi setelah berkonsultasi dengan kanda Arham Rahman dan melihat beberapa kekurangan dari proposal penelitian yang sebelumnya telah di seminarkan dalam kegiatan seminar proposal LPM Penalaran, akhirnya di putuskan untuk melakukan penelitian pendahuluan dengan tujuan memperjelas fokus masalah dan memperkaya data dan bahan karya tulis tersebut.
Last Updated ( Wednesday, 17 August 2011 02:07 )
Kajian Rutin 'Pra Seminar Proposal': Elli Menggebrak Rumah Nalar
Matahari sudah sangat ingin kembali ke peraduannya ketika kegiatan ini akan dimulai untuk kali pertamanya. Betapa tidak, waktu yang direncanakan semula akan berlangsung pada Kamis 9 Juni pukul empat sore di Rumah Nalar, malah molor hingga satu jam setengah. Ada beberapa kendala teknis dan human error sebelum kegiatan tersebut berlangsung. Akan tetapi, keseluruhan proses kegiatan dari awal hingga akhir dapat menambah wawasan sekaligus menyeruakkan kembali ingatan-ingatan kami mengenai penelitian khusunya penelitian pendidikan. Hal ini sangatlah mendukung terpeliharanya budaya diskusi dan ber-literasi yang terdapat di LPM Penalaran UNM.
Merunut ke tujuan diadakannya, kegiatan ini merupakan 'Pra Seminar Proposal' bagi mereka yang ingin memperoleh saran-saran termasuk kritikan terhadap usulan penelitian yang diajukan ke jurusan masing-masing. Alhamdulillah, inisiasi untuk menyelenggarakannya pertama kali datang dari saudara Elli yang merupakan anggota baru LPM Penalaran UNM Angkatan XIV. Menyambut iktikad baik tersebut, maka pengurus melalui Sekretaris Umum Ma'ruf M. Noor berusaha mengakomodasi sebaik mungkin dengan terselenggaranya Kajian Rutin 'Pra Seminar Proposal'. Tim kajian mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kak Ma’ruf. Persiapan yang cukup singkat pun dilakukan kurang dari dua hari. Print out proposal ke dua orang penguji plus pesan singkat informasi kegiatan ke anggota baru, pengurus, serta pendamping. Penguji pertama ada Andi Fajar Asti S.Pd, M.Pd, M.Sc. dan Umar Ibsal S.Pd. Penguji yang terakhir disebutkan berhalangan hadir namun beliau berjanji untuk meninggalkan coretan-coretan tangan di hardcopy proposal yang sudah kami serahkan sebelumnya. Beruntung pada saat kegiatan berlangsung, kanda Erwin Saputra yang juga alumni LPM Penalaran UNM tampil menggantikan Umar Ibsal, S.Pd. selaku penguji pembanding.
Last Updated ( Thursday, 16 June 2011 02:08 )