Metode Penelitian Kuantitatif 

(Kelas A)

Pemateri : Prof. Dr. Suradi, MS.

Metode penelitian kuantitatif merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan informasi/data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Adapun cara-cara ilmiah yang dimaksud adalah cara ilmiah yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis. Secara rasional adalah kegiatan penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Secara empiris merupakan cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan serta secara sistematis yaitu proses yang dilakukan dalam penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

Metode penelitian kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada pada populasi atau sampel tertentu. Adapun teknik pengambilan sampel pada umumnya dilaukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesisi yang telah ditetapkan.

Prosedur pelaksanaan kegiatan penelitian secara umum meliputi; memilih masalah penelitian, studi pendahuluan, merumuskan masalah (merumuskan topik/judul), merumuskan tujuan, merumuskan hipotesis dan memilih pendekatan yang akan digunakan (metode penelitian).

Penelitian kuantitatif memiliki unsur-unsur pokok yang harus termuat didalamnya yaitu konsep, proposisi, teori, variabel, hipotesis, dan defenisis operasional. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan terkait masalah penelitian yaitu pertama, masalah penelitian sebagai dasar mengapa penelitian dilakukan. Kedua, permasalahan dituangkan dalam latar belakang penelitian dan latar belakang dimulai dari hal yang bersifat umum kemudian mengerucut ke permasalahan yang lebih spesifik.

Salah satu langkah yang harus ditempuh dalam melakukan penelitian kuantitatif adalah merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara yang hendak di uji kebenarannya, dengan catatan bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, penelitian yang bersifat eksploratif biasanya tidak memerlukan hipotesis. Hipotesis bermanfaat dalam penjelasan masalah penelitian, penjelasan variabel-variabel yang akan diuji, sebagai pedoman untuk memilih metode analisis data dan sebagai dasar untuk membuat kesimpulan penelitian. Dalam merumuskan hipotesis harus berdasarkan pada teori, penelitian terdahulu yang relevan, penelitian pendahuluan dan akal sehat peneliti. Terdapat dua bentuk hipotesis yaitu hipotesis nol; hipotesis yang menyatakan hubungan atau pengaruh antar variabel sama dengan nol, dan hipotesis alternatif; hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel tidak sama dengan nol.

Adapun desain penelitian penting untuk dirancang karena digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian dan akan berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian.

Terdapat beberapa pembagian variabel yaitu berdasarkan sifatnya; variabel dikotomis (variabel dengan dua nilai kategori yang saling berlawanan) dan variabel kontinyu (variabel yang mempunyai nilai-nilai dalam satu variabel tertentu). Sedangkan berdasarkan pada hubungan antar variabel yaitu variabel bebas, moderator, tergantung dan intervening.

Ada empat (4) skala desain pengukuran yaitu dengan menggunakan skala Likert, skala Guttman, skalaSemantic Deferensial dan skala rating. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial. Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif misalnya ya, tidak, baik, buruk, dan sebagainya. Skala semantik differensialdigunakan untuk mengukur sikap, tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan. Skala rating memuat data kuantitatif yang kemudian ditransformasikan menjadi data Z nilai nol yang mutlak. Skala rasio adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai nol yang mutlak. Contoh berat badan, tinggi badan, dan sebagainya.

Populasi dan sampel tidak terlepas dari kegiatan penelitian kuantitatif. Terdapat beberapa alasan mengapa menggunakan sampel yaitu mengurangi kerepotan, adanya bias dalam pengumpulan data, dan penelitian sampel lebih efisien. Terkadang muncul permasalahan dalam sampel seperti berapa jumlah sampel yang akan diambil dan bagaimana teknik pengambilan sampel.

 

Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan. Data kuantitatif yang diperoleh dari hasil membilang atau mencacah disebut data farik sedangkan data yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut data malar. Analisis data kuantitatif meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial.  

Regresi Berganda

Oleh : Agus Supramono

Regresi diartikan sebagai suatu teknik analisis data yang digunakan untuk mencari pengaruh anatara dua variabel atau lebih. Variabel yang dimaksudkan dalam hal ini adalah variabel bebas yang biasa disimbolkan dengan X dan variabel terikat yang dismbolkan dengan Y. Secara umum regresi terdiri dari dua yaitu analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Analisis regresi sederhana digunakan untuk mencari pengaruh antara satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Sedangkan regresi berganda digunakan untuk mencari pengaruh antara dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat (Sugiyono, 2009). Sedangkan analisis regresi berganda digunakan untuk mencari pengaruh antara dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Analisis regresi berganda hampir sama dengan analisis regresi sederhana, hanya di sini analisisnya lebih kompleks, karena melibatkan banyak variabel bebas. Di samping itu, analisis regresi berganda lebih banyak didasarkan pada asumsi, karena pengujian tentang terpenuhi tidaknya asumsi masih sukar dilakukan. Sampai saat ini yang baru dapat dikembangkan secara mantap adalah model linier, dan pengujian linieritas pada regresi berganda terlalu sukar dilakukan sampai saat ini, lebih-lebih jika varabel bebasnya lebih dari 4 (empat). Oleh karena itu, linieritas dalam regresi ganda terpaksa diasumsikan saja, sehingga jika bentuk garis hubungan itu tidak linier maka hasilnya bisa menyesatkan. Oleh karena itu, perlu hati-hati dalam menggunakan hasil analisis regresi ganda.

Read more...

Analisis Regresi Sederhana

Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linear antara dua variabel. Analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independent. Berbeda halnya dengan analisis regresi, selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependent dan variabel independen. Analisis regresi mendasarkan pada model propabilistik, yang terdiri atas komponen deterministik dan kesalahan random. Model probabilistik yang sederhana adalah model garis lurus, dimana komponen  deterministik dari model digambar garis lurus. Dalam rumus matematis model probabilititas garis lurus dapat dituliskan sebagai berikut:

Y = b+ bX + e

Read more...

Seminar Proposal Peserta Pelatihan Metodologi Penelitian XVIII

 

Minggu 11 April 2015 pukul 09.35 WITA, merupakan hari terakhir kegiatan PMP indoor dimana hari ini diadakan seminar proposal bagi peserta PMP. Kegiatan ini berlangsung di LEC Athira Antang. Ada dua ruangan yang digunakan untuk seminar proposal ini, ruangan A untuk bidang sains dan B bidang sosial humaniora. Ada 15 kelompok yang mengikuti seminar proposal, 8 kelompok untuk bidang sains pendidikan dan 7 kelompok untuk bidang sosial humaniora.

Read more...

Pimpinan

Ketua Umum

(Muh. Arief Pratama)

 

Sekretaris Umum

(Adinuansah)

Bendahara Umum

(Ayu Hardianti P.)

Ketua Divisi

 


 

Search

Twitter

Galeri


 

Jumlah Pengunjung

4.png1.png6.png4.png2.png6.png
Hari ini678
Kemarin1020
Minggu ini7937
Bulan ini26542
Total416426

Peta Rumah Nalar

Sekretariat: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Lantai 2 Kampus Gunung Sari Baru Universitas Negeri Makassar,
Kode Pos 90222, Telp. 085240733977, Email: info@penalaran-unm.org
Copyright © 2015 by Humas LPM Penalaran UNM