User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

True Experimental Design

True Experimental Design merupakan desain penelitian eksperimen yang menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dimana secara nyata terdapat kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, dan membandingkan hasil perlakuan dengan kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan.

True Experimental Design terbagi atas :

1. Post-Test Only Control Group Design 

Desain ini merupakan desain yang paling sederhana dari desain eksperimental sebenarnya. Responden dipilih secara random dan diberi perlakuan serta ada kelompok pengontrolnya. Desain ini telah memenuhi kriteria eksperimen sebenarnya karena terdapat manipulasi variabel, kelompok yang diteliti dipilih secararandom, serta seleksi perlakuan. Desainnya sebagai berikut:

 

Grup

Variabel Terikat

Postes

(R)

Eksperimen

X

O1

(R)

Kontrol

-

O2

Pengaruh Perlakuan (O1 – O2)

Treatment Effect (TE) jadi TE = (O1 – O2)

Deseain tersebut menggambarkan dua kelompok yang dipilih secara random. Kelompok pertama diberi perlakuan kemudian dilakukan pengukuran. Kelompok kedua digunakan sebagai kelompok pengontrol dan tidak diberi perlakuan hanya dilakukan pengukuran saja.

2. Pre-Test-Post-Test Control Group Design

Desain ini merupakan pengembangan dari Post-Test Only Control Group Design. Perbedaannya adalah dilakukan pengukuran di depan (pre-test) pada kelompok pertama dan kelompok pengontrol. Desainnya sebagai berikut.

 

Grup

Pretes

Variabel Terikat

Postes

(R)

Eksperimen

O1

X

O2

(R)

Kontrol

O1

-

O2

Keterangan :

Hasilnya dibandingkan (O1 – O2) : (O3 - O4)

3. Group Solomon (Solomon Four Group Design)

Desain ini merupakan kombinasi Post-Test Only Control Group Design dan Pre-Test-Post-Test Control Group Design. Group Solomon (Solomon Four Group Design) merupakan model desain ideal untuk melakukan penelitian eksperimen terkontrol (desain faktorial 2 x 2, menerapkan prosedur random assignment (R) pada para partisipan untuk empat kategori kelompok A, B, C, D). Peneliti dapat menekan sekecil mungkin sumber kesalahan dengan memberikan pre-test dan treatment secara variatif.

Desain ini tidak banyak digunakan pada jumlah sampel penelitian yang kecil, namun sering digunakan pada penelitian sosial. Keunggulan desain ini yaitu mengurangi pengaruh pre-test terhadap unit peercobaan dan mengurangi eror interaksi antara pre-test dan perlakuan. Desainnya sebagai berikut :

 

Grup

Pretes

Variabel Terikat

Postes

(R)/A

Eksperimen

O1

X

O2

(R)/B

Kontrol 1

O3

-

O4

(R)/C

Kontrol 2

-

X

O5

(R)/D

Kontrol 3

-

-

O6

 

Peneliti memilih empat kelompok secara random (R). Kelompok pertama merupakan kelompok inti diberi perlakuan dan dua kali pengukuran, yaitu pre-test dan post-test. Kelompok kedua sebagai kelompok pengontrol tidak diberi perlakuan tetapi dilakukan pengukuran pre-test dan post-test. Kelompok ketiga diberi perlakuan dan hanya dilakukan pengukuran post-test. Kelompok keempat hanya dilakukan pengukuran satu kali saja.

Tipe-tipe Kuesioner

Kuesioner penelitian adalah beberapa kumpulan pertanyaan sebagai bahan acuan untuk mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang kita inginkan dari penelitian tersebut. Terkadang bagi para peneliti pemula, membuat sebuah daftar pernyataan yang akan dituangkan dalam sebuah daftar pertanyaan dan pernyataan amatlah sulit. Akibatnya, apa yang kita inginkan dari penelitian tidak tercapai dengan maksimal. Akibatnya apa yang kita inginkan dari penelitian tidak tercapai secara maksimal. Perlu diingat bahwasanya baik tidaknya kuesioner yang kita buat tergantung dari tajam tidaknya penggalian masalah yang kita inginkan dari variabel. Olehnya itu, sebelum kita membuat kuesioner perlu kita ketahui tipe-tipe kuesioner. Umumnya kuesioner terbagi atas beberapa jenis yaitu sebagai berikut:

Read more ...

Analisis Korelasi Ganda

Korelasi dapat diartikan sebagai salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yang sifatnya kuantitatif. Korelasi merupakan suatu teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya (Dinafitri, et al., 2013). Korelasi merupakan teknik yang digunakan untuk menguji ada atau tidaknya hubungan serta arah hubungan dari dua variabel atau lebih (Hasanah, 2016).

Read more ...

Kelas Nalar "Penulisan PKM 5 Bidang"

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2 bidang merupakan salah satu program Kemenristek Dikti dalam rangka meningkatkan kreativitas dan gagasan dari mahasiwa Indonesia. PKM 2 Bidang ini terdiri dari gagasan tertulis (PKM-GT) dan artikel ilmiah (PKM-AI). Mengingat pengiriman PKM 2 bidang ini telah dibuka oleh kemenristek dikti, maka LPM Penalaran UNM yang merupakan salah satu UKM di UNM yang mewadahi mahasiswa dalam bidang karya tulis, mengajak mahasiswa mengikuti program kemenristek dikti tersebut.

Read more ...

Pimpinan

Ketua Umum

(Mukhbi Dwi Putra)

 

Sekretaris Umum

(Muhammad Alimka)

 

Wakil Sekretaris

Umum

(Ika Puspita Sari)

Bendahara Umum

(Ismi Ardianti)

 

Ketua Divisi

 

 

Search

Twitter

Galeri


 

Jumlah Pengunjung

1.png5.png5.png9.png5.png
Hari ini1155
Kemarin2286
Minggu ini7595
Bulan ini15595
Total15595

Peta Rumah Nalar

JSN Solid template designed by JoomlaShine.com