You are here:

www.penalaran-unm.org

email_icon chat_icon fb_icon twittericon media_browser_icon Statistik_Icon_
Email Chatting Grup Facebook Twitter Nalar Today Statistik Web

PENELITIAN LEMBAGANYA DAN PENALARAN NAMANYA

Print PDF

LPM Penalaran UNM didirikan dengan maksud untuk mewadahi kemampuan research mahasiswa yang tidak dapat tersalurkan dengan baik di Universitas Negeri Makassar. Maksud tersebut dirumuskan pada awal pembentukannya, dimana pada saat itu yang menjadi Ketua Umum Pertama adalah Indra Gunawan. Pihak Birokrasi UNM menyadari betul akan maksud mulia tersebut sehingga Drs. H. Arifin Pasinringi yang merupakan Pembantu Rektor  III pada saat itu bersedia menandatangani surat pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran sebagai salah satu UKM di UNM.

Lembaga yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pertama Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI) Periode 2010-2011 ini berjalan vakum pada hari-hari pertama pembentukannya. Tentunya bukan hal yang mudah dalam mendirikan sebuah lembaga yang baru, dibutuhkan kerja keras dan kesabaran yang tinggi untuk membuat lembaga tetap eksis dan dapat berkembang. Namun pada akhirnya, para pendiri dan pengurusnya mampu membawa lembaga ini untuk terus melakukan pergerakan.

 

Hal yang luar biasa yang dilakukan para pendiri dan kepengurusan periode pertama ini adalah dengan membuat penelitian sebagai jiwa LPM Penalaran. Penelitian inilah yang menjadi pembeda dan ciri khas LPM Penalaran. Sebuah fundamental yang dirumuskan dalam visi dan misi lembaga. Fundamental ini sangatlah penting, sebab fundamental menentukan arah pergerakan lembaga. Dalam kondisi lainnya, jika suatu saat terjadi pereselisihan tentang arah lembaga, semuanya akan disatukan oleh fundamental yang telah ditentukan oleh the founding fathers lembaga ini.

Sebuah Nama

Sebuah nama sangat berarti! Nama mencerminkan konten yang terdapat pada sesuatu yang dinamai. Dalam logika lain, penentuan nama merupakan sebuah pengaharapan akan kebaikan pada sesuatu yang diberi nama. Demikian halnya dengan LPM Penalaran yang menjadikan Penalaran sebagai namanya. Penentuan nama ini tentunya melalui pemikiran dan diskusi yang sangat mendalam. Kata Penalaran sebagai nama tak tergantikan hingga saat ini.

Beberapa kalangan menanyakan tentang nama Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran. Salah satunya adalah pertanyaan dari Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah (LP2KI) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam kunjungannya ke Rumah Nalar tahun 2010 lalu. Mereka menanyakan bahwa mengapa LPM Penalaran menggunakan kata “Lembaga Penelitian Mahasiswa” dan dilanjutkan dengan kata “Penalaran”; mengapa bukan “Lembaga Penelitian dan Penalaran Mahasiswa”?

Menjawab pertanyaan tersebut akan kembali pada penjelasan tentang fundamental lembaga. Pertama, Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang penelitian. Dengan kata lain, LPM menggambarkan jenis dari lembaga ini yakni lembaga kemahasiswaan di bidang penelitian. Selain itu, LPM mempertegas kembali bahwa lembaga ini dijiwai oleh penelitian, sehingga dalam aktivitas atau aksinya diarahkan dalam pengembangan penelitian di kalangan mahasiswa.

Kedua, “Penalaran” adalah sebagai nama lembaga ini. Penalaran sebagai label dan menjadi pembeda dengan lembaga lainnya. Mengenai pemilihan namanya, itu adalah kewenangan anggota dalam forum organisasi. Namun bagaimanapun juga, penalaran sangatlah berkaitan dengan penelitian sehingga sangat tepat jika kedua kata ini disandingkan dalam “Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar”.

Penalaran

Manusia dan binatang keduanya memiliki pengetahuan. Pengetahuan manusia digunakan dalam mengenali dan memilih antara benar dan salah, baik dan buruk, indah dan jelek. Pengetahuan manusia tersebut senantiasa dikembangkan untuk mengatasi permasalahan hidupnya. Berbeda dengan manusia, binatang menggunakan pengetahuannya hanya untuk bertahan hidup. Binatang mampu mengenali predator yang mengintai dirinya dan mengambil tindakan untuk melindungi diri. Akan tetapi, pengetahuan binatang tersebut tidak mampu mereka kembangkan. Jadi, pengetahuan binatang hanya digunakan untuk bertahan hidup.

Ada dua penyebab manusia mampu mengembangkan pengetahuannya. Pertama ialah karena manusia memiliki bahasa. Bahasa ini berguna dalam melakukan pengomunikasian informasi dan jalan pikiran yang melandasi informasi tersebut. Kedua adalah adanya kemampuan manusia dalam berpikir berdasarkan suatu alur kerangka berpikir tertentu. Cara berpikir inilah yang disebut dengan penalaran.

Pengetahuan manusia tidak selamanya bersumber dari penalaran, sebab berpikir tidak mesti harus melakukan penalaran. Manusia juga dapat memperoleh pengetahuan melalui proses merasa dan mengindra. Bahkan ada pengetahuan yang diperoleh bersumber dari wahyu. Ir. Johnny Anwar, M.Arch seorang dosen Filsafat Ilmu Fakultas Teknik UNM mengatakan bahwa pengetahuan itu bersumber dari scientific dan non scientific. Pengetahuan scientifik termasuk dalam hal ini adalah penelitian, sedangkan non scientifik misalnya wahyu, otoritas, dan intuisi.

Menurut Jujun S. Suriasumantri, penalaran merupakan sebuah proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Jelas sekali bahwa penalaran berkaitan dengan proses berpikir, bukan dengan merasa. Berpikir adalah kegiatan untuk memperoleh kebenaran. Proses berpikir yang berbeda mengakibatkan kebenaran berbeda-beda bagi setiap orang. Kriteria kebenaran terdapat pada setiap jalan pikiran sekaligus sebagai landasan bagi proses penemuan kebenaran.

Penalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran dimana tiap-tiap penalaran mempunyai kriteria masing-masing. Dalam pengertian lain, penalaran adalah proses berpikir logis dan analitis. Kedua kriteria ini menjadi ciri dari penalaran. Logis adalah kegiatan berpikir berdasarkan pola pikiran atau logika tertentu. Sedangkan analitis adalah suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.

Nah, dalam kehidupan berlembaga, Penalaran bukan hanya sebuah nama, akan tetapi diharapkan mampu menjadi cerminan aktivitas kelembagaan. LPM Penalaran seyogyanya senantiasa mengembangkan pengetahuannya dalam upaya memenuhi kebutuhannya. LPM Penalaran senantiasa memikirkan hal-hal yang baru dalam mencapai visi yang telah ditentukan. LPM Penalaran diharapkan tidak hanya berpikir untuk mempertahankan eksistensinya, akan tetapi lebih jauh terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di kalangan mahasiswa. Semua itu dilakukan dengan ciri dan jiwa yang dimilikinya yakni “penalaran”.

Aktivitas lembaga yang mencerminkan namanya (penalaran) akan dicapai apabila para sumber daya manusia yang ada di dalamnya memiliki pengetahuan yang cukup. Kata cukup bukan berarti tahu akan segala-galanya. Namun paling tidak, sumber daya manusia tersebut memahami alur yang baik dalam memecahkan permasalahan lembaga. Disini juga diperlukan pengetahuan yang dalam serta wawasan yang luas sebagai dasar untuk memberikan analisis yang mendalam.

Tak ada cara lain kecuali berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia itu sendiri. Selama ini, telah dilakukan kajian-kajian rutin sebagai upaya mengembangkan pengetahuan anggota baik di bidang penelitian maupun keorganisasian. Bukan hanya itu, anggota juga diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuannya melalui berbagai kegiatan seperti kepanitiaan, pelaksanaan penelitian, dan menjadi pemateri.

Lembaga Penelitian

Penelitian bukanlah suatu kegiatan yang terbatas pada pelaksanaan penelitian semata melainkan terdiri dari kegiatan-kegiatan yang lainnya. Penelitian tidak hanya berhenti pada pembuatan proposal penelitian, seminar proposal, pelaksanaan pengambilan data, analisis data, pengambilan keputusan, dan seminar hasil penelitian. Akan tetapi, pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut membutuhkan kegiatan follow-up. Kegiatan follow-up yang mesti dilakukan adalah penerbitan dan aplikasi hasil penelitian.

Penerbitan adalah suatu tindak lanjut dari penelitian yang memiliki kegunaan penting. Penerbitan berguna untuk kepentingan duplikasi. Dengan diterbitkannya hasil-hasil penelitian, peneliti yang lain memiliki referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya. Selain itu, penerbitan juga berguna sebagai keperluan referensi dalam mengaplikasikan hasil-hasil penelitian. Penerbitan hasil-hasil penelitian dilakukan dalam bentuk jurnal, artikel, buku, atau majalah khusus penelitian.

Kegiatan lanjutan yang lain adalah aplikasi hasil penelitian. Aplikasi merupakan kegiatan merealisasikan manfaat praktis pelaksasanaan penelitian. Kegiatan aplikasi hasil penelitian misalnya di bidang teknologi dalam meningkatkan hasil-hasil pertanian, pemasaran, dan perbaikan lingkungan.

Perubahan nama Unit Kegiatan Mahasiswa menjadi Lembaga Penelitian Mahasiswa pada tahun 2002 semakin mempertegas bahwa Penalaran adalah lembaga yang bergerak di bidang penelitian. Perubahan nama ini juga berarti Penalaran memiliki tanggungjawab yang besar untuk mengembangkan penelitian. Tentunya bukan hanya tentang melaksanakan kegiatan penelitian, akan tetapi melaksanakan tindak lanjut penelitian tersebut atau dengan kata lain melaksanakan komponen-komponen penelitian secara integratif.

Selama ini, untuk kegiatan penelitian, baik pelaksanaannya maupun tindak lanjutnya telah direalisasikan di Penalaran. Penerbitan jurnal telah diupayakan dalam bentuk Jurnal Nalar. Sedangkan aplikasi hasil penelitian direalisasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Namun yang menjadi inti kegiatan yakni pelaksanaan penelitian justru belum berjalan maksimal.

Penelitian yang dimiliki Penalaran diperoleh dari hasil karya penelitian anggota pada proses perekrutan anggota. Karya tersebut merupakan tugas penelitan yang menjadi salah satu syarat untuk melulusi tahapan perekrutan dan dikukuhkan menjadi anggota. Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas penelitian tersebut masih kurang mengingat bagi sebagian besar anggota, tahapan perekrutan ini merupakan pengenalan penelitian.

Selain itu, hasil penelitian yang murni hasil karya lembaga masih sangat sedikit. Umumnya, penelitian di Penalaran merupakan karya-karya individu anggota yang diikutkan pada berbagai event penelitian dan mengatasnamakan Penalaran. Upaya untuk menghasilkan penelitian lembaga mulai berjalan dengan baik pada kepengurusan periode 2009-2010. Pada saat itu, Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) menghasilkan dua buah penelitian eksternal dan dua buah penelitian internal lembaga. Kedua penelitian eksternal itu berjudul Peran Strategis Lembaga Kemahasiswaan Intra Kampus dan Konstribusinya terhadap Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, dan Efektivitas Teknik “Rumphius” untuk Mengurangi Kadar Asam Sianida (HCN) pada umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst).

Wahyuddin MY
Pendamping LPM Penalaran UNM 2011-2012

Comments (1)

Subscribe to this comment's feed

Write comment

smaller | bigger

busy
Last Updated ( Monday, 16 January 2012 15:21 )  

Pencarian

Layanan Online

HUMAS
1. Kamaruddin
2. humas_02
3. humas_03
4. humas_04
5. humas_05
KLINIK ILMIAH
1. Arman M. Yusuf
2. Erwin Saputra
3. Hilman Wirawan
WEB SUPPORT
1. Electindo
2. Mahyuddin

Sekretariat: Jl. Dg. Tata Kompleks Hartaco Indah Blok IIA/20 Makassar Indonesia Telp. (0411) 840556 Email: info@penalaran-unm.org